DESAIN
PELATIHAN
PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR
DALAM RANGKA MENUMBUHKAN
MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
A.
LATAR
BELAKANG
Desa marga mulya adalah salah satu desa yang ada di
Karawang, dengan tingkat pendidikan warganya masih rendah, dapat dilihat dari
tingkat pengangguran masih banyak padahal sekitar tempat tinggal merekaadalah
Kawasan Industri Internasional City, yang mestinya dapat dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya.
Setelah ditelaah dari data identifikasi yang di
dapat faktor yang mendasar tingginya tingkat pengangguran dan rendahnya
pendidikan di desa itu adalah masih banyak terdapat buta aksara, pemberantasan
buta aksara sudah dilakukan oleh pemerintah Karawang tetapi setelah program itu
selesai angka buta aksara masih tinggi salah satunya terdapat di Desa Marga
mulya.
Salahsatu tujuan Gerekan
Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PBA) adalah memberdayakan
masyarakat buta aksara agar memperoleh pelajaran pendidikan secara bermutu
sehingga menjadi insan yang produktif dan meningkat kesejahteraannya. Untuk
mencapai ini, masyarakat buta aksara perlu memiliki kemampuan membaca, menulis,
berhitung dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Upaya pemberantasan buta
aksara di dukung oleh Inpres Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional
Percepatan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara
(GNP-PWB/PBA), Keputusan bersama Mendiknas, Mendagri dan Meneg Pemberdayaan
Perempuan tentang percepatan PBA, khususnya kaum perempuan serta adanya
penandatanganan MoU antara Mendiknas dengan 26 Gubernur dan Bupati/Walikota
mengenai PBA di daerah masing-masing.
Lantas,
mengapa upaya pemberantasan buta aksara tidak pernah tuntas ? Banyak faktor
yang jadi penyebab. Diantaranya masyarakat buta aksara tinggal di daerah sangat
terpencil dan terisolasi, ekonomi keluarga sangat lemah serta motivasi belajar
sangat rendah. Berbagai program telah diuji coba dalam upaya mengurangi angka
buta aksara di tanah air. Salah satu program yang sejak 1995 telah dikembangkan
adalah program keaksaraan fungsional (KF). Dimana, program keaksaraan
fungsional merupakan salah satu bentuk layanan Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
bagi masyarakat yang belum dan ingin memiliki kemampuan ca-lis-tung, dan
setelah mengikuti program ini (hasil belajarnya) mereka memiliki kemampuan
"baca-tulis-hitung" dan menggunakannya serta berfungsi bagi
kehidupannya.
B.
DASAR
YURIDIS
1.
Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.
Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.
3. Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010, tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
C.
TUJUAN
1.
Tujuan
umum
1.
Mengurangi Masyarakat
yang buta buta aksara di Karawang
2.
Optimalisasi pembelajaran
kf dalam rangka mengurangi angka buta aksara
2.
Tujuan
khusus
1. Menumbuhkan semangat
belajar masyarakat terutama dalam program kf
2. Memotivasi warga
belajar agar lebih bersemangat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ),
karena pentingnya menguasai calistung ( baca, tulis, hitung ) di era
globalisasi.
D.
SASARAN
Dalam
kegiatan ini yang menjadi sasaran kegiatan adalah warga Desa Marga Mulya Kec.
Telukjambe Timur - Kab. Karawang yang belum bisa calistung ( baca, tulis,
hitung ).
Kriteria
peserta:
1. Buta
aksara
2. Usia
30 – 45 tahun
3. Penghasilan
rata - rata Rp .............. per bulan
4. Pendapatan
Mata pencaharian
E.
KELUARAN
Dalam
kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan :
1. Warga
belajar dapat menguasai calistung ( baca, tulis, hitung )
2. Warga
belajar memahami :
a. cara
mengenal huruf
b. cara
menulis
c. cara
menghitung dasar
F.
MATERI
Secara garis besar, materi yang akan dibahas pada kegiatan ini
lebih terfokus kepada pengenalan awal terhadap huruf alfabet dan motivasi,
karena warga belajar merupakan warga yang buta aksara.
Seperti :
·
soft
skills (motivasi)
1.
Materi
tentang motivasi ( melalui penyuluhan )
2.
Melalui
kebersamaan ( nonton bareng sepak bola )
·
hard
skills
1. Menyebutkan
huruf alfabet
2. Mengeja
dan menyambungkan huruf satu dengan yang lainya
3. Membaca
beberapa kalimat langsung
4. Membaca
buku bacaan
G.
METODOLOGI
Secara umum, pendekatan
yang digunakan dalam pelatihan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka
menumbuhkan motivasi belajar peserta didik adalah andragogy partisipatory.
Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa peserta dalam kegiatan ini adalah orang dewasa yang telah memiliki pemahaman dan
pengalaman terkait dengan materi yang disampaikan. Dengan demikian, proses
diklat lebih menekankan pada penguatan tentang apa yang telah dimiliki oleh
peserta. Pendekatan andragogy partisipatory ini diterapkan dengan menggunakan
metode daur pengalaman berstruktur, yang diterapkan pada setiap materi dengan
langkahlangkah sebagai berikut.
1. Penghayatan dari pengalaman
Peserta
didorong untuk menghayati pengalamannya dikaitkan dengan setiap materi,
sehingga terjadi penguatan atau koreksi terhadap wawasan dan kemampuan yang
selama ini dimiliki.
2. Pengungkapan
Setiap
peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan dan menyatakan kembali apa yang
telah dialaminya, dan tanggapan/ kesan atas pengalaman atau materi yang dibahas
3. Pengolahan/analisis
Peserta
mengkaji semua ungkapan pengalamannya, kemudian menghubungkannya dengan materi
diklat. Tahapan ini lebih banyak diarahkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang
harus diselesaikan oleh peserta pada setiap materinya.
4. Penyimpulan
Tahap
ini merupakan tahapan finalisasi tugas setiap materi yang dapat dilakukan
dengan cara saling mengkoreksi di antara peserta. Tahap ini juga merupakan
persiapan untuk mengimplementasikan tugas-tugas.
5. Penerapan
Secara
praktis, tahap ini berupa pembuatan rencana aksi kegiatan terkait dengan tugas,
tanggung jawab, dan wewenangnya masing-masing
H.
PENYELENGGARA
Penyelenggara kegiatan
pelatihan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar
peserta didik. Adapun susunan tim panitia dan tim narasumber tersebut sebagai
berikut:
Susunan Tim Panitia Pelaksana
Penanggung
jawab : Prof. DR. H. Deden
Permayana BK.
Ketua
: H. Komarudin
Ibnu Tarmawi Kamlan, M.M.Pd.
Wakil
Ketua : Rd Fajar Noorfuji
Ibnu Ajo Diningrat, S.Pd, M.Pd.
Sekretariat : Riana Yuliandi, S.Si.
Anggota
: Achmad Taufan
M., SE
Dwi Nuraeni, S.Pd.
Susunan Tim Narasumber
Narasumber pusat dan
narasumber daerah yang akan memfasilitasi proses kegiatan pelatihan pendidikan
keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik berasal
dari akademisi, praktisi, dan unsur tenaga fungsional PP PNFI Regional I
Bandung. Susunan tim narasumber pusat dan narasumber daerah dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
No
|
Nama/NIP
|
Unit Kerja
|
Keterangan
|
1
|
Dinas Sosial
|
psikolog
|
|
2
|
Depag
|
Ustad
|
|
3
|
SMA
|
Guru
|
|
4
|
|||
5
|
I.
TEMPAT
DAN WAKTU
Pelatihan Pendidikan
Keaksaraan Dasar Dalam Rangka Menumbuhkan Motivasi Belajar Peserta Didik akan dilaksanakan di Desa Marga Mulya. Kecamatan Teluk
Jambe. Kabupaten Karawang selama 3
(tiga) hari terhitung mulai tanggal 4 s.d. 6 Februari 2013. Check in
dilaksanakan tanggal 4 Februari 2013, pukul 12.30 WIB – 15.00 WIB.
J.
LANGKAH
– LANGKAH KEGIATAN
Pelatihan Pendidikan
keaksaraan dasar Dalam rangka menumbuhkan Motivasi belajar peserta didik melalui
langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Persiapan
1. Menyusun desain
2. Mengadakan rapat
persiapan awal.
3. Menyiapkan SK
Panitia dan Tim Narasumber.
4. Mengadakan rapat
teknis dan konsultasi dengan pakar untuk membahas desain pelatihan, khususnya
berkaitan dengan:
1)
Materi/bahan pelatihan
2)
Metode
3)
Waktu dan jadwal
4)
Proses/alur kegiatan
5. Penyusunan
bahan/materi
6. Mengecek kesiapan
tempat, sarana dan fasilitas pendukung KBM
7. Menyiapkan
surat-surat:
1)
Surat permohonan narasumber dan fasilitator.
2)
Surat pemanggilan peserta.
3)
Surat undangan pembukaan/penutupan.
4)
Surat tugas.
5)
Sertifikat.
8. Penyiapan
format-format: biodata peserta, biodata narasumber, evaluasi peserta,evaluasi
narasumber, evaluasi penyelenggaraan dan pemantauan serta daftar hadir hadir
peserta, narasumber, dan panitia.
9. Menyiapkan ATK
(kertas, alat tulis, buku, tas, spanduk, dll.) dan obat-obatan (P3K).
10. Penyiapan alat
untuk dokumentasi kegiatan
11. Penyiapan/menggandakan
bahan belajar
12. Mengadakan rapat
persiapan terakhir
2. Pelaksanaan
1.
Check
in/penerimaan peserta pelatihan oleh panitia
2.
Pembukaan
3.
Penjelasan
teknis tentang proses pelatihan
4.
Melaksanakan
pre-test.
5.
Melaksanakan
pelatihan:
a.
Penyampaian
kebijakan-kebijakan (pleno)
b.
Penyampaian
substansi pelatihan (pleno)
c.
Penugasan/praktik
di kelas (kerja kelompok)
d.
Diskusi
dan presentasi/progress hasil kerja kelompok (pleno)
6.
Melaksanakan
dan mengolah hasil evaluasi peserta (pre-test dan post test), evaluasi
narasumber, dan evaluasi penyelenggaraan.
7.
Penutupan
8.
Check out
peserta
3. Pelaporan
1.
Kaji
ulang (review) KBM
2.
Penghimpunan
dokumen pelaksanaan KBM
3.
Penyusunan
laporan
4.
Penggandaan
laporan
K.
INDIKATOR
KUNCI KEBERHASILAN
Pelatihan pendidikan
keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik adalah:
1. Input
PP PNFI Regional I Bandung memfasilitasi kegiatan peningkatan
mutu pendidikan dalam bentuk kegiatan pendidikan
keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik.
membuka selebar-lebarnya kepada seluruh peserta yang ingin ikut
serta dalam kegiatan pendidikan ini.
peserta didik mempunyai keinginan untuk maju dan keinginan untuk
berkembang.
2. Proses
a. PKBM memfasilitasi kegiatan dalam bentuk pelatihan yang
berisikan materi:
1) Pamong Belajar
2) Keaksaraan fungsional.
3) Pengembangan Model pelatihan
pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta
didik
4) Penyusunan Desain KBM
5) Pengembangan Silabus,
RPP, bahan ajar, media belajar, dan alat evaluasi
b. Selama proses pelatihan, materi yang disajikan narasumber
dengan pendekatan andragogy partisipatory. Pendekatan ini diterapkan dengan
menggunakan metode daur pengalaman berstruktur, yang diterapkan pada setiap
materi dengan langkah-langkah: penghayatan dari pengalaman, pengungkapan,
pengolahan/ analisis, penyimpulan, penerapan.
3. Output
a.
Warga
belajar menguasai calistung ( baca, tulis, hitung )
b.
Dapat
menguasai ejaan yang telah di sempurnakan
c.
Mempunyai
motivasi untuk belajar yang lebih baik
L.
HASIL,
MANFAAT DAN DAMPAK
1.
Hasil
a.
Adanya perbedaan
motivasi belajar dari yang awal nya rendah menjadi tinggi.
b.
80 %
warga belajar menguasai calistung dasar
2.
Manfaat
a.
Di
tingkat UPTD
1)
membantu
pemberantasan buta aksara
2)
mengurangi
tingkat pengangguran
b.
Pemerintah
Daerah, terutama dalam bentuk input perumusan bahan kebijakan teknis tentang pemberantasan
buta aksara di tingkat:
1)
UPTD BPKB
2)
Dinas
pendidikan provinsi/kab/kota
c.
Direktorat
Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan
Nasional, terutama dalam bentuk input perumusan bahan kebijakan teknis tentang
peningkatan mutu kompetensi di tingkat nasional.
3.
Dampak
Meningkatnya layanan
Pendidikan Keaksaraan yang bermutu dan berkesetaraan di Provinsi dan
Kabupaten/Kota.
M.
BIAYA
Biaya
penyelenggaraan kegiatan kegiatan pelatihan pendidikan
keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik dibebankan pada, sebesar Rp.7.000.000,-(tujuh juta
rupiah).
Karawang,
06 Januari 2013
Kepala,
Prof. DR. H. Deden Permayana BK.
NPM. 0941172103031
SILABUS
PENDIDIKAN KEAKSARAAN
Penyelenggara,
Prof. DR. H. Deden Permayana
BK.
NPM. 0941172103031
NPM. 0941172103031
Tidak ada komentar:
Posting Komentar