Selasa, 15 Januari 2013

DESAIN PROGRAM KF


DESAIN
PELATIHAN
PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR
DALAM RANGKA MENUMBUHKAN
MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK






A.                LATAR BELAKANG

Desa marga mulya adalah salah satu desa yang ada di Karawang, dengan tingkat pendidikan warganya masih rendah, dapat dilihat dari tingkat pengangguran masih banyak padahal sekitar tempat tinggal merekaadalah Kawasan Industri Internasional City, yang mestinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Setelah ditelaah dari data identifikasi yang di dapat faktor yang mendasar tingginya tingkat pengangguran dan rendahnya pendidikan di desa itu adalah masih banyak terdapat buta aksara, pemberantasan buta aksara sudah dilakukan oleh pemerintah Karawang tetapi setelah program itu selesai angka buta aksara masih tinggi salah satunya terdapat di Desa Marga mulya.
Salahsatu tujuan Gerekan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PBA) adalah memberdayakan masyarakat buta aksara agar memperoleh pelajaran pendidikan secara bermutu sehingga menjadi insan yang produktif dan meningkat kesejahteraannya. Untuk mencapai ini, masyarakat buta aksara perlu memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Upaya pemberantasan buta aksara di dukung oleh Inpres Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA), Keputusan bersama Mendiknas, Mendagri dan Meneg Pemberdayaan Perempuan tentang percepatan PBA, khususnya kaum perempuan serta adanya penandatanganan MoU antara Mendiknas dengan 26 Gubernur dan Bupati/Walikota mengenai PBA di daerah masing-masing.
Lantas, mengapa upaya pemberantasan buta aksara tidak pernah tuntas ? Banyak faktor yang jadi penyebab. Diantaranya masyarakat buta aksara tinggal di daerah sangat terpencil dan terisolasi, ekonomi keluarga sangat lemah serta motivasi belajar sangat rendah. Berbagai program telah diuji coba dalam upaya mengurangi angka buta aksara di tanah air. Salah satu program yang sejak 1995 telah dikembangkan adalah program keaksaraan fungsional (KF). Dimana, program keaksaraan fungsional merupakan salah satu bentuk layanan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bagi masyarakat yang belum dan ingin memiliki kemampuan ca-lis-tung, dan setelah mengikuti program ini (hasil belajarnya) mereka memiliki kemampuan "baca-tulis-hitung" dan menggunakannya serta berfungsi bagi kehidupannya.

B.                 DASAR YURIDIS

1.         Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.         Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.
3.    Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010, tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

C.                TUJUAN

1.         Tujuan umum
1.         Mengurangi Masyarakat yang buta buta aksara di Karawang
2.         Optimalisasi pembelajaran kf dalam rangka mengurangi angka buta aksara

2.         Tujuan khusus
1.         Menumbuhkan semangat belajar masyarakat terutama dalam program kf
2.     Memotivasi warga belajar agar lebih bersemangat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ), karena pentingnya menguasai calistung ( baca, tulis, hitung ) di era globalisasi.


D.                SASARAN

Dalam kegiatan ini yang menjadi sasaran kegiatan adalah warga Desa Marga Mulya Kec. Telukjambe Timur - Kab. Karawang yang belum bisa calistung ( baca, tulis, hitung ).
Kriteria peserta:
1.      Buta aksara
2.      Usia 30 – 45 tahun
3.      Penghasilan rata - rata Rp .............. per bulan
4.      Pendapatan Mata pencaharian


E.                 KELUARAN

Dalam kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan :
1.      Warga belajar dapat menguasai calistung ( baca, tulis, hitung )
2.      Warga belajar memahami :
a.       cara mengenal huruf
b.      cara menulis
c.       cara menghitung dasar


F.                 MATERI

Secara garis besar, materi yang akan dibahas pada kegiatan ini lebih terfokus kepada pengenalan awal terhadap huruf alfabet dan motivasi, karena warga belajar merupakan warga yang buta aksara.
Seperti :
·         soft skills (motivasi)
1.      Materi tentang motivasi ( melalui penyuluhan )
2.      Melalui kebersamaan ( nonton bareng sepak bola )


·         hard skills
1.      Menyebutkan huruf alfabet
2.      Mengeja dan menyambungkan huruf satu dengan yang lainya
3.      Membaca beberapa kalimat langsung
4.      Membaca buku bacaan


G.                METODOLOGI

Secara umum, pendekatan yang digunakan dalam pelatihan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik adalah andragogy partisipatory. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa peserta dalam kegiatan ini adalah orang dewasa yang telah memiliki pemahaman dan pengalaman terkait dengan materi yang disampaikan. Dengan demikian, proses diklat lebih menekankan pada penguatan tentang apa yang telah dimiliki oleh peserta. Pendekatan andragogy partisipatory ini diterapkan dengan menggunakan metode daur pengalaman berstruktur, yang diterapkan pada setiap materi dengan langkahlangkah sebagai berikut.
1. Penghayatan dari pengalaman
Peserta didorong untuk menghayati pengalamannya dikaitkan dengan setiap materi, sehingga terjadi penguatan atau koreksi terhadap wawasan dan kemampuan yang selama ini dimiliki.
2. Pengungkapan
Setiap peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan dan menyatakan kembali apa yang telah dialaminya, dan tanggapan/ kesan atas pengalaman atau materi yang dibahas
3. Pengolahan/analisis
Peserta mengkaji semua ungkapan pengalamannya, kemudian menghubungkannya dengan materi diklat. Tahapan ini lebih banyak diarahkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh peserta pada setiap materinya.
4. Penyimpulan
Tahap ini merupakan tahapan finalisasi tugas setiap materi yang dapat dilakukan dengan cara saling mengkoreksi di antara peserta. Tahap ini juga merupakan persiapan untuk mengimplementasikan tugas-tugas.
5. Penerapan
Secara praktis, tahap ini berupa pembuatan rencana aksi kegiatan terkait dengan tugas, tanggung jawab, dan wewenangnya masing-masing


H.                PENYELENGGARA
Penyelenggara kegiatan pelatihan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Adapun susunan tim panitia dan tim narasumber tersebut sebagai berikut:

Susunan Tim Panitia Pelaksana
Penanggung jawab        : Prof. DR. H. Deden Permayana BK.
Ketua                             : H. Komarudin Ibnu Tarmawi Kamlan, M.M.Pd.
Wakil Ketua                  : Rd Fajar Noorfuji Ibnu Ajo Diningrat, S.Pd, M.Pd.
Sekretariat                     : Riana Yuliandi, S.Si.
Anggota                         : Achmad Taufan M., SE
 Dwi Nuraeni, S.Pd.

Susunan Tim Narasumber
Narasumber pusat dan narasumber daerah yang akan memfasilitasi proses kegiatan pelatihan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik berasal dari akademisi, praktisi, dan unsur tenaga fungsional PP PNFI Regional I Bandung. Susunan tim narasumber pusat dan narasumber daerah dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

No
Nama/NIP
Unit Kerja
Keterangan
1

Dinas Sosial
psikolog
2

Depag
Ustad
3

SMA
Guru
4



5





I.                   TEMPAT DAN WAKTU
Pelatihan Pendidikan Keaksaraan Dasar Dalam Rangka Menumbuhkan Motivasi Belajar Peserta Didik akan dilaksanakan di Desa Marga Mulya. Kecamatan Teluk Jambe. Kabupaten Karawang  selama 3 (tiga) hari terhitung mulai tanggal 4 s.d. 6 Februari 2013. Check in dilaksanakan tanggal 4 Februari 2013, pukul 12.30 WIB – 15.00 WIB.


J.                  LANGKAH – LANGKAH KEGIATAN
Pelatihan Pendidikan keaksaraan dasar Dalam rangka menumbuhkan Motivasi belajar peserta didik melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1.         Persiapan

1. Menyusun desain
2. Mengadakan rapat persiapan awal.
3. Menyiapkan SK Panitia dan Tim Narasumber.
4. Mengadakan rapat teknis dan konsultasi dengan pakar untuk membahas desain pelatihan, khususnya berkaitan dengan:
1) Materi/bahan pelatihan
2) Metode
3) Waktu dan jadwal
4) Proses/alur kegiatan
5. Penyusunan bahan/materi
6. Mengecek kesiapan tempat, sarana dan fasilitas pendukung KBM
7. Menyiapkan surat-surat:
1) Surat permohonan narasumber dan fasilitator.
2) Surat pemanggilan peserta.
3) Surat undangan pembukaan/penutupan.
4) Surat tugas.
5) Sertifikat.
8. Penyiapan format-format: biodata peserta, biodata narasumber, evaluasi peserta,evaluasi narasumber, evaluasi penyelenggaraan dan pemantauan serta daftar hadir hadir peserta, narasumber, dan panitia.
9. Menyiapkan ATK (kertas, alat tulis, buku, tas, spanduk, dll.) dan obat-obatan (P3K).
10. Penyiapan alat untuk dokumentasi kegiatan
11. Penyiapan/menggandakan bahan belajar
12. Mengadakan rapat persiapan terakhir

2.     Pelaksanaan
1.    Check in/penerimaan peserta pelatihan oleh panitia
2.    Pembukaan
3.    Penjelasan teknis tentang proses pelatihan
4.    Melaksanakan pre-test.
5.    Melaksanakan pelatihan:
a.         Penyampaian kebijakan-kebijakan (pleno)
b.         Penyampaian substansi pelatihan (pleno)
c.         Penugasan/praktik di kelas (kerja kelompok)
d.        Diskusi dan presentasi/progress hasil kerja kelompok (pleno)
6.    Melaksanakan dan mengolah hasil evaluasi peserta (pre-test dan post test), evaluasi narasumber, dan evaluasi penyelenggaraan.
7.    Penutupan
8.    Check out peserta

3.      Pelaporan

1.      Kaji ulang (review) KBM
2.      Penghimpunan dokumen pelaksanaan KBM
3.      Penyusunan laporan
4.      Penggandaan laporan


K.                INDIKATOR KUNCI KEBERHASILAN
Pelatihan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik adalah:

1. Input
PP PNFI Regional I Bandung memfasilitasi kegiatan peningkatan mutu pendidikan dalam bentuk kegiatan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik.
membuka selebar-lebarnya kepada seluruh peserta yang ingin ikut serta dalam kegiatan pendidikan ini.
peserta didik mempunyai keinginan untuk maju dan keinginan untuk berkembang.

2. Proses
a. PKBM memfasilitasi kegiatan dalam bentuk pelatihan yang berisikan materi:
1) Pamong Belajar
2) Keaksaraan fungsional.
3) Pengembangan Model pelatihan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik
4) Penyusunan Desain KBM
5) Pengembangan Silabus, RPP, bahan ajar, media belajar, dan alat evaluasi

b. Selama proses pelatihan, materi yang disajikan narasumber dengan pendekatan andragogy partisipatory. Pendekatan ini diterapkan dengan menggunakan metode daur pengalaman berstruktur, yang diterapkan pada setiap materi dengan langkah-langkah: penghayatan dari pengalaman, pengungkapan, pengolahan/ analisis, penyimpulan, penerapan.

3. Output
a.       Warga belajar menguasai calistung ( baca, tulis, hitung )
b.      Dapat menguasai ejaan yang telah di sempurnakan
c.       Mempunyai motivasi untuk belajar yang lebih baik


L.                 HASIL, MANFAAT DAN DAMPAK
1.         Hasil
a.       Adanya perbedaan motivasi belajar dari yang awal nya rendah menjadi tinggi.
b.      80 % warga belajar menguasai calistung dasar

2.         Manfaat
a.       Di tingkat UPTD
1)   membantu pemberantasan buta aksara
2)   mengurangi tingkat pengangguran
b.      Pemerintah Daerah, terutama dalam bentuk input perumusan bahan kebijakan teknis tentang pemberantasan buta aksara di tingkat:
1)      UPTD BPKB
2)      Dinas pendidikan provinsi/kab/kota
c.       Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional, terutama dalam bentuk input perumusan bahan kebijakan teknis tentang peningkatan mutu kompetensi di tingkat nasional.

3.         Dampak
Meningkatnya layanan Pendidikan Keaksaraan yang bermutu dan berkesetaraan di Provinsi dan Kabupaten/Kota.


M.               BIAYA
Biaya penyelenggaraan kegiatan kegiatan pelatihan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka menumbuhkan motivasi belajar peserta didik dibebankan pada, sebesar Rp.7.000.000,-(tujuh juta rupiah).

Karawang, 06 Januari 2013
Kepala,



Prof. DR. H. Deden Permayana BK.
NPM. 0941172103031




SILABUS


                                                                       PENDIDIKAN KEAKSARAAN
Karawang, 06 januari 2013
Penyelenggara,



Prof. DR. H. Deden Permayana BK.
NPM. 0941172103031

Tidak ada komentar:

Posting Komentar