PELATIHAN
TENAGA KERJA LUAR NEGERI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA MELALUI PROGRAM
KETERAMPILAN
DI
BALAI LATIHAN KERJA LUAR NEGERI
“DUTA
BANTEN MANDIRI”
HALIM PERDANA KUSUMA – JAKARTA TIMUR
A.
Latar
Belakang.
Tenaga Kerja Luar Negeri atau sering kita dengar dengan
sebutan TKW ( Tenaga Kerja Wanita) atau TKI ( Tenaga Kerja Indonesia ). TKW dan
TKI adalah istilah untuk tenaga kerja dalam negeri yang bekerja di luar negeri.
Mereka merupakan penghasil devisa negara karena setiap
bulan mereka mendapatkan upah atau gaji dari pihak majikan dan upah atau gaji
tersebut dikirimkan kepada keluarga mereka dirumah untuk memenuhi kebutuhan
hidup keluarga mereka. Setiap bulannya mereka mendapatkan upah atau gaji
sebesar Rp. 2,5 juta dalam kontrak kerja rata – rata 2 tahun masa kerja. Dan
itu dapat diperpanjang selama kedua belah pihak saling sepakat untuk menyetujui
masalah tersebut.
Salah
satu tempat pelatihan untuk calon TKI yang akan ke luar negeri adalah BLKLN
selain PJTKI yang mempunyai fungsi sebagai jasa penyalur mereka ke luar negeri.
Tugas dan fungsi BLKLN hanya sebagai
pelaksana sebagian tugas tehnis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, selain itu juga malaksanakan
kebijakan tehnis operasional pelatihan calon tenaga kerja yang akan bekerja
keluar negeri.
Tenaga
kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja, menurut UU No. 13 tahun
2003 bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang
yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik
untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Batas usia kerja yang
berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian
ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja.
Di Indonesia semakin banyak jumlah tenaga kerja,
sedangkan lapangan pekerjaannya sendiri sedikit hal tersebutlah yang
menyebabkan banyak pengangguran – pengangguran di negara ini. Sedangkan
kebutuhan hidup tidak bisa dipungkiri lagi terus meningkat seiring berjalannya
waktu. Tingkat pendidikan di negara ini sangat rendah sehingga perusahaan –
perusahaan yang ada di Indonesia sebagian besar dimiliki oleh orang asing.
Sulitnya mencari pekerjaan di negara sendiri
mengakibatkan perekonomian menjadi sulit pula. Keterampilan yang dimiliki juga
tidak memadai untuk bekerja diperusahaan – perusahaan. Akhirnya kebanyakan
memilih untuk bekerja di luar negeri demi memenuhi kebutuhan hidup nya, karena
dirasakan untuk bekerja diluar negeri syarat – syarat nya tidak begitu sulit.
Keterampilan – keterampilan yang harus dimiliki seorang TKI atau TKW untuk
dapat bekerja diluar negeri sangatlah beragam.
Berangkat
dari uraian diatas penelitian ini
mengangkat judul tentang “PELATIHAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI DALAM MENINGKATKAN
KUALITAS KERJA MELALUI
PROGRAM KETERAMPILAN”.
B.
Identifikasi
Masalah.
Identifikasi masalah
dalam kajian ini adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya
kesempatan mendapat pekerjaan didalam negeri.
2. Keterampilan yang dimiliki terbatas.
3. Pendapatan
yang jauh lebih besar dibandingkan bekerja didalam negeri.
4. Ingin
meningkatkan tarap kehidupan ekonomi terutama bagi TKI yang berasal dari
pedesaan.
5. Setip
lulusan yang mengikuti pelatihan tenaga kerja luar negeri cepat mendapatkan
kerja.
C. Perumusan
dan Pembatasan Masalah.
Berdasarkan
identifikasi masalah tersebut diatas penulis merumuskan masalah penelitian sebagai
berikut : Bagaimana model pelatihan
calon TKI yang ada di BLKLN serta faktor
pendorong dan penghambat calon TKI keluar negeri.
Berdasarkan perumusan masalah yang telah dipaparkan
diatas, bahwa upaya pelatihan tenaga kerja luar negeri dalam meningkatkan
kualitas kerja. Maka
penulis membatasi masalah yang dimunculkan dalam pernyataan sebagi berikut:
1. Bagaimana model pelatihan calon TKI
yang ada di BLKLN?
2. Apa faktor pendorong dan
penghambat calon TKI keluar negeri?
D.
Tujuan
Penelitian.
Adapun tujuan yang
ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahi model
pelatihan yang ada di BLKLN yang meliputi : tujuan pelatihan, materi pelatihan,
metode pelatihan, media pelatihan dan evaluasi pelatihan yang ada di BLKLN.
2. Faktor pendorong dan
penghambat calon TKI keluar negeri.
E.
Penjelasan
Istilah.
Penjelasan
istilah dibuat dengan tujuan untuk menghidari terjadinya kesalah pahaman dalam menafsirkan
istilah – istilah yang digunakan penulis dalam penelitian ini.
1. Pelatihan
adalah merupakan suatu usaha pengetahuan dan kecakapan agar memperoleh dalam
meningkatkan keterampilan yang relative singkat dengan metode yang mengutamakan
peraktek dari pada teori.
2. TKW atau TKI adalah sebutan bagi
tenaga kerja dalam negeri
yang bekerja diluar negeri dalam hubungan kerja dalam waktu tertentu dengan
menerima bayaran atau gaji.
3. Keterampilan adalah kepandaian melakukan sesuatu
pekerjaan dengan cepat dan benar.
4. BLKLN adalah balai latihan kerja luar negeri.
F.
Kegunaan
Penelitian.
Kegunaan
penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikaut :
1. Sebagai
bahan masukan bagi pengembangan teori yang berkaitan dengan tenaga kerja luar negeri.
2. Sebagai bahan masukan bagi
kepentingan ilmu pengetahuan itu sendiri terutama bagi kepentingan praktis yang
mendukung metode dan teknik dalam mengadakan pelatihan tenaga kerja negeri.
3. Sebagai
bahan pelaksanaan hasil pelatihan tenaga kerja luar negeri dalam memberi peluang
bagi lulusannya.
G.
Kerangka
Berpikir.
Pelaksanaan
penelitian ini dilakukan karena banyaknya warga atau orang yang ingin
merubah atau mengadu nasibnya di Negara orang lain untuk menjadi tenaga kerja luar negeri adalah masyarakat yang
kurang mampu dari segi ekonomi keluarganya dan rata – rata dari mereka hanya
mengenyam pendidikan SD dan SMP. Mereka sadar akan susahnya mendapat pekerjaan
di negara sendiri dan dikarenakan mengenai skiil terbatas sehingga mereka rela
mengadu nasibnya di Negara orang lain, kondisi seperti ini dikarenakan
perekonomian orang Indonesia yang sulit sehingga mereka nekad sampai mencari
rezeki ke negara orang lain hanya untuk mencari sesuap nasi.
Adapun
anak – anak yang masih dibawah umur sampai nekad berangkat menjadi tenaga kerja
luar negeri,
kebanyakan mereka yang putus sekolah dan bahkan tidak sekolah sama sekali
tetapi ada juga kebanyakan dari mereka yang berangkat atas dasar kemauan
sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain yaitu orang tua atau suami yang sudah
berumah tangga.
Adapun
proses pelatihan tenaga kerja luar negeri itu sendiri dengan cara melekukan
pembelajaran bahasa menurut tujuannya masing – masing dan tidak lupa diajarkan
pula tata cara untuk melakukan pelatihan kerja secara baik dan benar.
Dan tidak lepas
para calon pelatih juga dibekali pembinaan mental dalam bidang keagamaan,
kedisiplinan, tanggung jawab dan rasa sosial. Dari semua proses itu terciptalah
lulusan – lulusan yang berkualitas dari sicalon tenaga kerja luar negeri yang telah mengikuti
pelatihan – pelatihan selama berada didalam lembaga tersebut.
H.
Metode
Penelitian.
a.
Pendekatan
Dan Metode Penelitian.
Jenis
metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersipat deskripsi dan
cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induksi. Proses dan makna
perspektif subjek lebih ditonjolkan dalam penelitian ini. Peserta diminta untuk
menjawab pertanyaan umum dan interviewer atau moderator grup periset menjelajah
dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan persepsi,
pendapat, maupun perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas utuk
menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. Kualitas hasil temuan dari
penelitian kualitatif secara langsung pada penentuan, pengalaman dan kepekaan
dari interviewer atau moderator grup.
b.
Subjek
Penelitian.
Dalam
penelitian ini subyek
penelitian meliputi tujuh
orang informan yaitu : empat orang calon TKI, tiga orang instruktur. Sumber data
lain yang dapat memberikan informasi pelengkap tentang hal – hal yang tidak
terungkap dari subyek penelitian dan sekaligus sebagai triangulasi untuk
menjamin akurasi data. Untuk memperoleh informasi tentang pelatihan tenaga
kerja luar negeri
dilembaga lebih cepat, maka subyek penelitian
dipilih secara purposive (sesuai dengan tujuan).
c.
Instrumen
Penelitian.
Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
1. Teknik
Observasi
Teknik
observasi ini digunakan oleh peneliti pada saat penelitian. Pada saat kegiatan
penelitian, peneliti terjun langsung kelapangan. Dengan kata kata lain peran
peneliti adalah sebagai observer as participant (observer sebagai parsitipan).
2. Teknik
Wawancara
Wawancara
dilakukan pada saat pelatihan tenaga kerja luar negeri untuk mengetahui
secara langsung pendapat berupa pernyataan pengetahuan, perasaan, pengalaman,
yang mencerminkan respon positif atau
negatif pada saat pelatihan dilakukan.
3. Studi
Dokumentasi
Studi
dokumentasi ini dilakukan sebagai data skunder untuk pengayaan dan penelitian
yang memiliki hubungan tujuan dengan penelitian. Data – data yang dikumpulkan
adalah catatan non statistik mengenai profil, tujuan, visi, dan misi lembaga
serta tujuannya menyelenggarakan pelatihan tenaga kerja luar negeri.
d. Tahap – Tahap Penelitian.
Tahap – tahap penelitian yang dilakukan dalam penelitian
ini meliputi : 1). Tahap orientasi, 2). Tahap eksplorasi, dan 3). Tahap member
check.
1). Tahap Orientasi.
Pada tahap ini dilakukan kegiatan identifikasi masalah yang
akan dijadikan fokus penelitian.
2). Tahap Eksplorasi.
Pada tahap ini dilakukan untuk menggali informasi dan
teknik pengumpulannya sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian.
3). Tahap Member Check.
Pada tahap ini dilakukan seleksi dan penfsiran data. Setiap
data yang telah diperoleh dicek ulang dan diteliti kembali kepada sumbernya.
e.
Teknik
Analisis Data.
Untuk
menganalisis data penelitian sesuai dengan model analisis Miles dan Hiberman
(1992 : 20) yaitu model analisis interaktif. Langkah – langkah analisis berikut
meliputi: Koleksi data, reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi.
Ane copas ya bob? untuk contoh makalah
BalasHapusThanks :D